Para ilmuwan percaya, dua persenyawaan pada kopi dan cokelat bisa membantu melawan kanker dan penyakit jantung. Kafein dan theofilin kemungkinan bisa menghambat pertumbuhan sel dan pembekuan darah dengan mengarahkan sasaran pada sinyal enzim pemicu yang mengontrol pertumbuhan sel, gerakan dan daya tahan.
Para peneliti dari Universitas London mengungkapkan dalam tes di laboratorium ditemukan bahwa kafein dan theofilin keduanya menghambat proses biokimia penting untuk fungsinya.
Menurut Peter Shepherd, seperti dikutip perempuan.com, salah satu peneliti sejalan dengan kemungkinan meningkatnya pengobatan kanker, penelitian ini menyebutkan bahwa obat bertipe kafein bisa digunakan untuk mengobati penyakit jantung dan penyakit pembengkakan.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa p 110 delta juga berfungsi sangat vital untuk respons tubuh terhadap infeksi. Hal ini kemungkinan terkait dengan inflamasi atau pernafasan dan penyakit gangguan usus. Theofilin memang sudah dikenal mamiliki fungsi anti inflamatori dan sudah digunakan bertahun-tahun sebagai obat asma.
Namun demikian, Shepherd mengingatkan agar orang tidak terlalu berlebihan mengonsumsi kopi dan cokelat.
“Penelitian ini menggunakan kafein konsentrasi tinggi yang sebetulnya tidak sehat digunakan oleh manusia. Kafein sudah dikenal memiliki pengaruh samping yang membuatnya jadi tidak semestinya untuk penggunaan obat tersebut.” Penelitian ini dimuat dalam Journal of Biological Chemestry.
Sumber : Solopos edisi Minggu 3 Agustus 2008
Selasa, 04 Agustus 2009
MEMBACA KEDUTAN DARI ASPEK MEDIS
KEDUTAN adalah hal umum yang sering dialami orang. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, kedutan seringkali dianggap sebagai pertanda akan terjadi sesuatu. Misalnya, kedutan di kelopak mata atas sebelah kanan dipercaya akan mendapatkan harta. Jika kedutan di alis kiri, diyakini akan ketemu kekasihnya, dan sebagainya.
Terlepas dari mitologi itu, kedutan merupakan pertanda terjadi sesuatu di dalam tubuh kita. Secara medis, kedutan (fasciculations) didefinisikan sebagai kontraksi spontan sekelompok serabut otot yang dipersarafi satu motor unit.
Otot dalam pengertian awam sering dipahami sebagai daging. Sedangkan motor unit terdiri atas serabut-serabut otot yang dilengkapi dengan sarafmotorik.
Kedutan terlihat sebagai desiran-desiran gerak otot di bawah kulit. Kelelahan, flu, penggunaan obat-obatan, dan gangguan metabolik dapat memunculkan gerakan-gerakan serupa. Bentuk lain desiran-desiran otot ini adalah familial yang berhubungan dengan myopati (kelainan otot) tipe no spesifik. Jadi kedutan adalah manifestasi dari berbagai faktor penyebab.
Benign fasciculations, atau kedutan yang jinak adalah keadaan umum yang ditemukan pada orang-orang normal. Kedutan ini tidak membahayakan, jika tidak diikuti kelemahan dan atrofi otot. Kelemahan otot ditunjukkan dengan berkurangnya kemampuan otot dalam melawan tahanan. Sedangkan atrifi otot adalah berkurangnya massa otot daerah tertentu (bisa diukur dengan pengukuran atau membandingkannya dengan sisi tubuh berlawanan yang simetris).
Gerakan kedut berulang pada kelopak mata dan otot-otot jempol sering dialami orang-orang nornal. Kedutan di kelopak mata sering dialami pada keadaan kelelahan, terlalu banyak mengonsumsi kafein, dan ketegangan mata, misalnya terlalu lama membaca.
Gerakan-gerakan berkas otot sat istirahat, bila cukup jelas dan disertai kelemahan otot serta atrofi, biasanya merupakan tanda penyakit motor neuron. Misalnya, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), progressive muscular atrophy, atau progressive bulbar palsy.
Tetapi dapat pula dijumpai pada penyakit lain yang melibatkn sunstansi grisea medula spinalis (seperti syringomyela atau tumor), kerusakan pada komu anterior atau radiks spinalis (akibat penekanan karena hernia nukleus pulposus) dan neuropati saraf perifer.
Dehidrasi Berat
Kedutan yang menyebar luas kemungkinan dapat terjadi pada dehidrasi berat dan ketidakseimbangan elektrolit (misalnya keracunan organofosfat). Kedutan yang lambat, terus-menerus, bergerak seperti gelombang di sepanjang berkas otot, dan berhubungan dengan penurunan kecepatan kontraksi dan relaksasi otot, adalah bagian dari sindrom aktivitas muskuler kontinyu.
Pada keadaan jepitan akar saraf di tulang belakang, kedutan hanya terjadi pada distribusi otot yang terjepit akar sarafnya. Kedutan yang terjadi saat otot berkontraksi, sebagai kebalikan dari kedutan saat istirahat, menunjukkan iritabilitas otot yang dipertinggi. Hal ini dapat terjadi pada berbagai sebab yab sulit dibedakan, atau sebagai gejala sisa denervasi (berkurangnya pengelolaan saraf) yang menyebabkan bberapa motor unit mengalami kelemahan. Sehingga saat otot berkontraksi, beberapa berkas tak dapat kontraksi bersamaan yang memunculkan manifestasi kedut.
Untuk mengetahui penyebab kedutan bisa digunakan alat bantu diagnostik bernama elektro myografi (EMG). Alat ini bisa mendeteksi fibrilasi, yaitu adanya aktivitas abnormal serabut otot tunggal yang tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang.
Apabila beberapa serabut tunggal berkontraksi bersama-sama dalam sekelompok berkas otot, muncullah kedutan yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Jadi, jauh sebelum muncul kedutan, alat ini sudah dapat mendeteksi aktivitas abnormal sebuah serabut otot.
Jika dilengkapi dengan perhitungan kecepatan hantaran saraf, EMG dapat menduga lokasi saraf yang mengalami kelainan. Jadi cara kerja alat ini bisa dikatakan mirip AVO meter/multitester yang digunakan tukang listrik untuk mencari lokasi putusnya kabel listrik.
Untuk menegakkan diagnosis pasti penyebabnya, diperlukan penunjang diagnostik lain yang disesuaikan dengan hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik dokter saraf Anda.
Nah, apakah Anda pernah mengalami kedutan? Mungkin sekarang Anda telah paham, kapan saatnya membuka primbon mengenai makna kedutan, tau harus ke dokter saraf untuk mengetahui penyebab kedut yang lebih serius. Sebab kedut bisa juga menunjukkan tanda adanya masalah di saraf-saraf Anda.
____Dokter Dwi Pudjonarko, M Kes, Sp.S____
Sumber : Suara Merdeka edisi Kamis 23 April 2009
Terlepas dari mitologi itu, kedutan merupakan pertanda terjadi sesuatu di dalam tubuh kita. Secara medis, kedutan (fasciculations) didefinisikan sebagai kontraksi spontan sekelompok serabut otot yang dipersarafi satu motor unit.
Otot dalam pengertian awam sering dipahami sebagai daging. Sedangkan motor unit terdiri atas serabut-serabut otot yang dilengkapi dengan sarafmotorik.
Kedutan terlihat sebagai desiran-desiran gerak otot di bawah kulit. Kelelahan, flu, penggunaan obat-obatan, dan gangguan metabolik dapat memunculkan gerakan-gerakan serupa. Bentuk lain desiran-desiran otot ini adalah familial yang berhubungan dengan myopati (kelainan otot) tipe no spesifik. Jadi kedutan adalah manifestasi dari berbagai faktor penyebab.
Benign fasciculations, atau kedutan yang jinak adalah keadaan umum yang ditemukan pada orang-orang normal. Kedutan ini tidak membahayakan, jika tidak diikuti kelemahan dan atrofi otot. Kelemahan otot ditunjukkan dengan berkurangnya kemampuan otot dalam melawan tahanan. Sedangkan atrifi otot adalah berkurangnya massa otot daerah tertentu (bisa diukur dengan pengukuran atau membandingkannya dengan sisi tubuh berlawanan yang simetris).
Gerakan kedut berulang pada kelopak mata dan otot-otot jempol sering dialami orang-orang nornal. Kedutan di kelopak mata sering dialami pada keadaan kelelahan, terlalu banyak mengonsumsi kafein, dan ketegangan mata, misalnya terlalu lama membaca.
Gerakan-gerakan berkas otot sat istirahat, bila cukup jelas dan disertai kelemahan otot serta atrofi, biasanya merupakan tanda penyakit motor neuron. Misalnya, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), progressive muscular atrophy, atau progressive bulbar palsy.
Tetapi dapat pula dijumpai pada penyakit lain yang melibatkn sunstansi grisea medula spinalis (seperti syringomyela atau tumor), kerusakan pada komu anterior atau radiks spinalis (akibat penekanan karena hernia nukleus pulposus) dan neuropati saraf perifer.
Dehidrasi Berat
Kedutan yang menyebar luas kemungkinan dapat terjadi pada dehidrasi berat dan ketidakseimbangan elektrolit (misalnya keracunan organofosfat). Kedutan yang lambat, terus-menerus, bergerak seperti gelombang di sepanjang berkas otot, dan berhubungan dengan penurunan kecepatan kontraksi dan relaksasi otot, adalah bagian dari sindrom aktivitas muskuler kontinyu.
Pada keadaan jepitan akar saraf di tulang belakang, kedutan hanya terjadi pada distribusi otot yang terjepit akar sarafnya. Kedutan yang terjadi saat otot berkontraksi, sebagai kebalikan dari kedutan saat istirahat, menunjukkan iritabilitas otot yang dipertinggi. Hal ini dapat terjadi pada berbagai sebab yab sulit dibedakan, atau sebagai gejala sisa denervasi (berkurangnya pengelolaan saraf) yang menyebabkan bberapa motor unit mengalami kelemahan. Sehingga saat otot berkontraksi, beberapa berkas tak dapat kontraksi bersamaan yang memunculkan manifestasi kedut.
Untuk mengetahui penyebab kedutan bisa digunakan alat bantu diagnostik bernama elektro myografi (EMG). Alat ini bisa mendeteksi fibrilasi, yaitu adanya aktivitas abnormal serabut otot tunggal yang tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang.
Apabila beberapa serabut tunggal berkontraksi bersama-sama dalam sekelompok berkas otot, muncullah kedutan yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Jadi, jauh sebelum muncul kedutan, alat ini sudah dapat mendeteksi aktivitas abnormal sebuah serabut otot.
Jika dilengkapi dengan perhitungan kecepatan hantaran saraf, EMG dapat menduga lokasi saraf yang mengalami kelainan. Jadi cara kerja alat ini bisa dikatakan mirip AVO meter/multitester yang digunakan tukang listrik untuk mencari lokasi putusnya kabel listrik.
Untuk menegakkan diagnosis pasti penyebabnya, diperlukan penunjang diagnostik lain yang disesuaikan dengan hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik dokter saraf Anda.
Nah, apakah Anda pernah mengalami kedutan? Mungkin sekarang Anda telah paham, kapan saatnya membuka primbon mengenai makna kedutan, tau harus ke dokter saraf untuk mengetahui penyebab kedut yang lebih serius. Sebab kedut bisa juga menunjukkan tanda adanya masalah di saraf-saraf Anda.
____Dokter Dwi Pudjonarko, M Kes, Sp.S____
Sumber : Suara Merdeka edisi Kamis 23 April 2009
BANYAK MANFAAT DARI COKELAT
Jika Anda ingin kulit sehat dan muda, tidak usah susah payah mengoleskan krim hingga berlapis-lapis. Cukup dengan secangkir cokelat panas, niscaya akan membantu mewujudkan keinginan tersebut.
Hasil studi di Jerman itu juga menemukan bahwa para wanita yang rutin meminum cokelat panas dengan kandungan antioksidan tinggi memiliki kulit yang lembab, halus dan tidak terlalu sensitif terhadap sinar matahari.
Manfaat cokelat bersumber dari bahan antioksidan yang terkandung di dalamnya, yaitu flavonol juga terdapat pada the, wine, sejumlah buah dan sayuran, juga biji kakao. Beberapa riset menunjukkan bahwa zat ini dapat memperbaiki aliran darah dan fungsi pembuluh darah. Terbukti pula pada riset ini, para wanita yang meminum cokelat dengan kandungan flavonol tinggi mengalami peningkatan sirkulasi pada kulit.
Kandungan antioksidan di dalam cokelat, terbukti membuat aliran darah ke jantung lebih lancar, sehingga pembuluh darah lebih lentur dan tidak mudah mengeras.
Cokelat gelap juga dapat mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, karena dapat membantu menurunkan tekanan darah, menunjang respons normal terhadap insulin agar kadar gula darah rendah dan memperbaiki fungsi pembuluh darah pada pasien hipertensi.
Para wanita hamil yang mengonsumsi cokelat, ternyata menguntungkan untuk bayi. Sebuah riset di University of Helsinki Finlandia yang melibatkan 300 wanita hamil mencatat konsumsi cokelat dan tingkat stres mereka setiap hari 6 bulan setelah bayi dilahirkan, para ibu yang mengonsumsi cokelat melaporkan bahwa bayi mereka lebih sering menunjukkan reaksi seperti senyum dan tertawa dibandingkan para ibu yang tidak mengonsumsi cokelat.
Sumber : Solopos edisi Minggu 3 Agustus 2008.
Hasil studi di Jerman itu juga menemukan bahwa para wanita yang rutin meminum cokelat panas dengan kandungan antioksidan tinggi memiliki kulit yang lembab, halus dan tidak terlalu sensitif terhadap sinar matahari.
Manfaat cokelat bersumber dari bahan antioksidan yang terkandung di dalamnya, yaitu flavonol juga terdapat pada the, wine, sejumlah buah dan sayuran, juga biji kakao. Beberapa riset menunjukkan bahwa zat ini dapat memperbaiki aliran darah dan fungsi pembuluh darah. Terbukti pula pada riset ini, para wanita yang meminum cokelat dengan kandungan flavonol tinggi mengalami peningkatan sirkulasi pada kulit.
Kandungan antioksidan di dalam cokelat, terbukti membuat aliran darah ke jantung lebih lancar, sehingga pembuluh darah lebih lentur dan tidak mudah mengeras.
Cokelat gelap juga dapat mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, karena dapat membantu menurunkan tekanan darah, menunjang respons normal terhadap insulin agar kadar gula darah rendah dan memperbaiki fungsi pembuluh darah pada pasien hipertensi.
Para wanita hamil yang mengonsumsi cokelat, ternyata menguntungkan untuk bayi. Sebuah riset di University of Helsinki Finlandia yang melibatkan 300 wanita hamil mencatat konsumsi cokelat dan tingkat stres mereka setiap hari 6 bulan setelah bayi dilahirkan, para ibu yang mengonsumsi cokelat melaporkan bahwa bayi mereka lebih sering menunjukkan reaksi seperti senyum dan tertawa dibandingkan para ibu yang tidak mengonsumsi cokelat.
Sumber : Solopos edisi Minggu 3 Agustus 2008.
Sabtu, 18 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
